SELAMAT DATANG DI AGEN TERPERCAYA JUDI ONLINE DAN DAPATKAN BONUS BERLEBIH SEKARANG JUGA Masukin69 - SI RAISA KEENAKAN NGENTOT | masukin69

Masukin69 - SI RAISA KEENAKAN NGENTOT

SI RAISA KEENAKAN NGENTOT


Masukin69 - namanya Raisa, tinggi badannya 160 cm, berat 57 kg, kulit putih bersih, bra 36B. Namaku panggil saja Andi. Pacarku itu sangat sexy karena bokongnya menonjol ke belakang dan pinggangnya kecil jadi kata temanku dia sangat montok.

Masalahnya kami sedang bosan satu sama lain, karena hubungan kami sudah 2 tahun sementara untuk pikiran menikah masih dibahas tdk kunjung selesai karena ada faktor X diantara kami.Cerita Ngentot | Untuk menghilangkan kebosanan pada saat kami berhubungan badan dia sering membaygkan yg melakukan hal ini dengan batang kemaluan yg besar dan hot, batang kemaluanku sendiri panjangnya 15 cm dan diameter 2,5 cm, katanya kurang? dan karena saat itu aku sedang sibuk kerja di kantor maka kalau sedang berhubungan badan, biasanya bisa 30 menit di luar pemanasan, pemanasan biasanya 30 menit juga mulai dari atas sampai menjilat liang kemaluan, sekarang pemanasan 15 menit dan hubungan badan 5 menit. Wah, dia protes setiap selesai berhubungan badan, sudah pasti saya keluar duluan sementara dia naik saja belum.

Sementara saya juga tdk terpikir untuk menyeleweng dan dia juga menjaga perasaan saya dengan tdk menyeleweng, tapi yg terjadi kami sering berantem kecil-kecilan dan dia kalau diajak berhubungan badan sering malas.

Ceritanya sendiri kami jalan-jalan malam itu kurang lebih jam 9.00 malam berkeliling di daerah Thamrin. Sambil jalan kami membicarakan masalah hubungan badan, dia protes karena kondisiku yg tdk berubah. Dia bicara begini, Andi, aku bosen nih kamu kalau hubungan sekarang cepet banget, kan Raisa belum puas, katanya merengek.


“Habis aku lagi capai sih..” kataku.
“Ah, gitu terus alasannya..” katanya.
“Yaa bukan gitu dong.. tapi lagi bener tdk fit”, kataku.
“Tapi aku kan jadi suntuk nih, kepalaku sering nyut-nyutan, aku jadi kepengen banget badanku digeraygin sama cowok lain! Aku pengen gituan yg hot yg lama 2 jam dan batang kemaluannya gede”, kata Raisa.
“Enak kali ya.. sama bule”, katanya menyambung.
“Memang kamu berani Raisa..” kataku sedikit cemburu tapi ada perasaan lain ingin menantang dia.
“Yaa, iyalah.. tapi aku kan tdk enak sama kamu”, katanya.
“Memang kamu pengen batang kemaluan yg gede dan yg hot?” tanyaku.
“Yaa.. habis kamu kalau hubungan sepertinya sudah tdk full lagi tegangnya dan mana cepet lagi. Pusing aku, tahu!” katanya.
“Yaa.. sudah kalau gitu sini kamu tiduran biar tdk pusing”.

Kemudian jok kursinya dia mundurkan dan dia rebahan di pangkuanku, tangan kiriku langsung membelai rambutnya.

Terus kupijat kepalanya dan ternyata dia keenakan, lalu merem pelan-pelan. Tanganku turun ke leher, pundak dan ke dadanya. Kuremas perlahan, dia diam saja, kancing bajunya satu persatu kubuka sambil mobil jalan terus berputar di sekitar Monas dan Sabang. Perlahan tanganku meremas buah dadanya ternyata sudah mengeras. Dadanya montok, bentuknya bulat penuh dengan puting berwarna merah jambu. Ketika kusuruh melepas branya, dia langsung membuka kancing branya dan melepas bra tersebut sehingga buah dadanya yg montok itu menantang keluar kedua-duanya karena bajunya sudah kupinggirkan ke samping. Dengan leluasa tangan dan jari-jariku bermain meremas dan memijat pelan putingnya yg telah mengeras.

“Akkhh..” desah Raisa keenakan.
“Mhh.. enak Raisa..” tanyaku.
“Iyyaa..” desahnya keenakan.

Jari tanganku lalu turun ke bawah mengusap perut dan pusarnya, terus ke bawah membuka kancing celana jeans-nya dan menarik reitsletingnya. Srett.. terbuka sudah dan perlahan jari ini menyentuh bulu-bulu halus di atas bibir kemaluannya. Kemudian kuremas perlahan dan kuusap.

“Aakhh.. Andii.. keenakan rupanya dia dan.., Aduuhh, aku pengen batang kemaluan yg gede Ndii..” Wah mulai deh dia ingin berhubungan badan.
“Yg lamaa.. yg hot.. akhh..” desah dia keenakan.

Jariku naik turun dari dada ke sekitar liang kemaluannya, dengan perasaan cemburu aku bertanya kepadanya,

“Kamu mau sama yg gede kayak bule Raisa..?” tanyaku.
“Mauu..” desahnya sambil badannya bergetar.

Wah, kepalang tanggung nih pikiranku jadi kotor.

“Kamu pengen yg hot yaa?” tanyaku lagi.
“Akhh.. aahh iyaa..” katanya.
“Ya sudah kamu cari aja..” kataku penasaran ingin membuktikan kepadanya.

Pikir-pikir dari pada dia main di belakang lebih baik terus terang kalau memang berani.

Ketika di jalan sekitar McDonald, kulihat ada bule sendirian di pinggir jalan sedang berdiri, badannya besar dan tinggi. Aku melihat dia sedang mencari bantuan. Ketika kulihat, dia juga melihat. Setelah sekali putar kulihat dia masih di tempat, sementara jariku sedang merayap di sekitar bibir kemaluan Raisa, kemudian mobil kupinggirkan. Ehh, bule itu mendekati mobil kami, Raisa tdk tahu kalau kaca jendela kubuka. Dia pikir aku ke pinggir karena capai keliling terus, jadi dia biarkan saja dadanya terbuka dengan putingnya yg mengeras dan bulu-bulu halus yg terlihat dari luar. Bule tersebut mendekat dari sisi pintu Raisa dan melihat ke dalam sambil berbicara,

“Maukah anda menolong saya.. ups.. maaf..” katanya sambil terbelalak matanya.

Dia kaget melihat posisi Raisa terlihat buah dadanya yg putih mulus keluar dengan puting yg telah mengeras dan bulu halus kemaluan Raisa terpampang tepat di wajahnya. Karena badannya menjorok ke dalam pada saat berbicara.

Raisa tdk kalah kaget. Lhoo? dia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan kemejanya.

“Kok kamu tdk bilang kalau ada orang sih..” wajahnya merah karena malu.
“Sudah tdk apa-apa..” kataku tersenyum, lalu aku bilang ke bulenya,

“Maaf, ini pacar saya. Apa yg bisa saya bantu”.

Setelah tenang sedikit sambil melihat ke Raisa dia bilang,

“Mobil saya rusak dan tdk ada bantuan, kata si bule. Mobil saya rusak dan saya sudah minta tolong teman saya tapi teman saya sedang pergi jadi saya tunggu di sini”, katanya lagi.
“Ya sudah, anda masuk saja ke belakang”, kataku.
“Ooh ya, terima kasih..” katanya sambil melirik ke arah Raisa.

Dia naik dan duduk di belakang. Sementara Raisa masih kaget sedikit tapi melihat bule itu ganteng (katanya) dia perlahan protes,

“Aku kan malu..” katanya.
“Katanya pengen bule”, kataku berbisik.
“Tapi kan tdk begini dong..” katanya merajuk.

Kulihat dia tdk marah berarti dia juga kemungkinan suka.

“Aah ya, saya Andi, kataku bersalaman,
“Dan ini Raisa..”


Sambil tersenyum mereka berdua bersalaman dan terus mengobrol basa-basi dari mana dan seterusnya. Setelah basa-basi selesai lalu dia bilang,

“Kamu punya body bagus Raisa..”

Raisa mencubit pahaku,

“Aku kan maluu..”

Terus aku bilang,

“Katanya kamu pengen tahu Raisa, gedenya seberapa”, kataku.
“Yaa, aku kan cuma..” kata dia tdk meneruskan karena si bule (namanya Chalued) menyeletuk.
“Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat saja”, katanya sambil tersenyum.
“Tdk apa-apa kok..” kata si bule.

Aku yg sudah penasaran sejak tadi oleh keinRaisan Raisa terus menimpali,

“Ya sudah Raisa.. kamu ke belakang saja Raisa.”. kataku.
“Aakhh, tdk ahh. Gila kali..” kata Raisa tersenyum.
“Ya tdk, kan cuma lihat saja biar kamu tdk penasaran”, kataku.

Eeh, si bule bilang mengenai hal tersebut tdk jadi masalah kalau di negaranya (Prancis) di sana mereka sudah bebas kalau suka ya bilang suka.

“Kalau kamu penasaran ya lihat saja”, katanya tersenyum.

Karena terus diajak bicara dan Raisa antusias mendengarnya akhirnya dia mau juga ke belakang.

“Lihat saja yaa..” kata Raisa tersenyum malu.

Kemudian kujalankan mobil ke jalan Menteng, sementara Chal kulihat segera membuka kancing celananya dan reitsletingnya terus menarik ke bawah celananya. Raisa yg duduk di sampingnya melihat keluar jendela sampai Chal mengeluarkan batang kemaluannya yg besar walaupun belum tegang sekali.
Hai.. lihat ini, katanya sambil tangan kirinya memegang batang kemaluannya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiri Raisa.

Raisa melihat batang kemaluan bule itu dan terlihat wajahnya menegang terpaku melihat batang kemaluan yg besar berwarna putih dengan kepala batang kemaluan seperti topi baja. Sementara aku menyetir terus dan dapat melihat melalui spion atas kelakuan mereka berdua di belakang.

“Kamu lihat ini dan pegang saja!” kata Chal.

“Wihh takut akhh..” desah Raisa dengan suara serak.
“Tdk apa-apa biar kamu tdk penasaran lag”i, kata Chal.

Raisa terpaku melihat batang kemaluan Chal di samping tangannya. Chal mengambil inisiatif, langsung dia mencium pipi Raisa perlahan, karena Raisa diam saja maka wajah Raisa dipegangnya dan.. Gila dia mencium bibir Raisa dengan perlahan dan perlahan kulihat Raisa membalas ciuman itu dengan membuka bibirnya serta merta Chal melumat bibir itu dan memasukkan lidahnya.

“Emmhh..” desah Raisa perlahan.
“Kamu suka Raisa.”. bisik Chal di kuping Raisa.

Melihat reaksi positif dari Raisa, tangan kiri Raisa diarahkan untuk memegang batang kemaluan besar yg telah menyembul dari atas celananya. Ternyata Chal sudah melepaskan celananya berikut celana dalamnya sampai di paha. Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak batang kemaluan itu berikut bijinya yg ditutupi rambut kemaluan. Raisa mulai memegang batang kemaluan itu dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jarinya tdk dapat bersentuhan (membuat bentuk huruf O) membuat Raisa penasaran dan melihat secara jelas bentuk batang kemaluan bule tersebut dan mendesah,

“Aakkhh gedee bangeet..” desahnya dengan suara parau dan wajah memerah.

Wah, kudengar dia sudah birahi, panik juga aku. Kemudian Chal sambil mencium telinga Raisa berbisik, Kamu kocokin dong.. desah si bule tdk tahan keenakan.

Wah sudah lupa mereka berdua, katanya hanya lihat saja, kok minta dipegangi dan dikocok lagi. Eeh, ternyata Raisa menuruti permintaan Chal dan perlahan jari-jari tangannya meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah dan dalam relatif singkat batang kemaluan bule tersebut berdiri dengan kokohnya di tangan Raisa. Panjangnya lebih dari batang kemaluanku atau lebih kurang 22 cm dan diameternya sekitar 4 sampai 5 cm.

Emmhh.. akhh.. desah mereka berdua di jok belakang.

Makin lama semakin hot saja mereka berdua, sementara tangan Raisa terus mengocok kejantanan Chal. Chal pun dengan nafsunya mengulum bibir Raisa dan jemarinya dengan cepat membuka kancing kemeja Raisa, karena Raisa belum mengancingkan semua kancingnya (sengaja barangkali) maka kemeja tersebut dengan cepat terbuka semua dan dengan sigap tangan dan jari Chal langsung meremas susu Raisa yg ternyata telah mengeras dan menonjol.

“Akhh enak Chal..” desah Raisa menggelinjang.

Baju itu disingkirkan ke samping dan begitu bibir Raisa dilepas ciumannya maka mulut Chal langsung mendekat ke dada Raisa sambil terus meremas perlahan. Puting Raisa dihisap sambil dijilat, gundukan daging dada berganti-ganti sehingga,

“Akhh.. uuff..” erang Raisa keenakan.

Wajah Raisa sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan kirinya terus mengocok batang kemaluan Chal yg besar dan penuh digenggamannya dengan makin cepat, kadang-kadang diremas batang kemaluan itu dengan kuat tanda dia sudah tdk tahan karena rangsangan yg ada pada sekujur tubuhnya dan bergetar badannya.

“Ooohh.. Anndii..” desahnya keenakan lupa kalau yg sedang bersamanya itu si Chal.

Tangan kanan Raisa menekan kepala Chal ke dadanya sementara tangan kirinya sudah tdk beraturan mengocok batang kemaluan besar dan menariknya ke atas seakan-akan ingin digesekkan atau dimasukkan ke dalam liang kemaluannya sendiri dan seakan-akan memaksa untuk segera dituntaskan semuanya.

Chal menyadari yg diminta Raisa dan tangan kiri Chal segera membuka kancing celana Raisa dan menarik ke bawah reitsleting celana Raisa. Tahu atau pura-pura tdk tahu Raisa membiarkan tangan itu membuka reitsleting dan dengan mengangkat sedikit pantat Raisa tangan Chal itu berhasil meloloskan celana panjang berikut celana dalam Raisa yg berwarna hitam tipis terbawa tertarik ke bawah. Celana itu tertarik hingga di tengah paha Raisa di atas dengkul Raisa sedikit. Tersembul sudah batang paha Raisa yg putih mulus dan gundukan kemaluan Raisa yg ditutupi oleh rambut kemaluannya yg halus berwarna hitam ikal.

“Kamu mulus sekali Raisaii..” bisik Chal sambil tangannya mengusap paha jenjang milik Raisa.
“Ahh kamuu..” Raisa tersenyum keenakan dan mata memerah.


Keadaan mereka berdua sudah sama-sama dengan celana yg telah merosot dan posisi celana mereka berdua telah berada di atas dengkul masing-masing. Raisa hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulnya sambil merenggangkan paha atasnya ketika jari-jari Chal itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas kemaluan Raisa yg ditumbuhi bulu-bulu halus dan menyebarkan aroma yg khas dari kemaluan Raisa. Mereka benar-benar telah tdk memperhatikanku yg membawa mobil dengan perlahan sekali dan terus memperhatikan kelakuan mereka berdua yg sudah seperti orang kepanasan.

Mereka sama-sama mendesah dan mengerang perlahan.

“Saya suka sekali wanita Indonesia..” desah Chal.
“Wanginya sangat enak sekali”, kata Chal sambil mendesah.
“Emmhh..” desah Raisa sambil mengerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan.

Sementara batang kemaluanku sendiri sudah kukeluarkan sejak tadi dan perlahan kukocok sendiri, Sialan, makiku dalam hati, cemburu tapi enak juga aku melihatnya serasa menonton film BF beneran di depan mata lagi. Jari bule itu mulai menyentuh belahan kemaluan dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah. Belahan kemaluan Raisa sudah terlihat basah dan menjadi licin di sekitar belahan tersebut dan semakin lama menyebarkan aroma yg membuat Chal dan aku menjadi makin terangsang.

Tangan Raisa sudah terlepas dari mengocok batang kemaluan itu dan kedua tangan itu terkulai lemas meremas kepala Chal dan kadang-kadang mengusap punggung Chal dengan sangat merangsang sekali. Chal sabar sekali sementara tangan kiri dan jarinya terus membelai belahan kemaluan Raisa, tangan kanannya terlihat meremas buah dada Raisa, sementara itu mulutnya menghisap puting Raisa yg telah mengeras serta menjilati permukaan dari gundukan buah dada Raisa atau mengulum bibir Raisa dengan emosi yg teratur.

Kurang lebih 20 menit Chal telah merangsang sekujur tubuh Raisa sementara baju Raisa telah terlepas membuat dia leluasa menggeraygi sekujur tubuh putih mulus itu. Terlihat Raisa tersenyum puas dan memasrahkan diri sepenuhnya untuk diraba dan diremas oleh jari Chal dan Chal pun menciumi seluruh tubuh Raisa yg telah polos sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah. Suatu pemandangan yg eksotik dan luar biasa, kupandangi kekasihku digeraygi dan dilumat habis seluruh badannya dan wajahnya tapi aku tdk cemburu, malah terasa puas dan bernafsu sendiri melihat adegan tersebut.

Sungguh sensasi luar biasa. Raisa sudah bugil setengah badan ke atas tanpa sehelai benang pun di tubuh atasnya terlihat tonjolan buah dadanya yg putih bulat penuh mengeras dengan puting merah jambu dan sementara itu celana panjang Raisa telah merosot sampai ke bawah dengkulnya sehingga dengan makin leluasa jemari bule tersebut meremas gumpalan daging kemaluan Raisa dan jari tengahnya terus menggesek belahan kemaluan tersebut. Chal terus membelai belahan kemaluan Raisa tanpa dia berusaha memasukkan jari tengah tersebut ke dalam kemaluan Raisa yg telah terpampang dengan pasrah. Sementara Raisa telah dalam posisi setengah rebahan dengan kaki terbuka atau bisa disebut mengangkangkan kakinya.

Chal melihat Raisa sudah pasrah dan seluruh badannya bergetar seperti menahan sesuatu segera merubah posisi badannya menghadap ke Raisa. Dia berlutut di depan Raisa yg telah mengangkangkan kakinya sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kaki Raisa yg mengangkang lebar dan lubang kemaluannya yg telah terlihat jelas telah basah. Karena posisi yg sempit di belakang mobil maka Chal mendorong dan melipat kursi di sampingku ke depan.

Wah aku takut juga kalau sampai batang kemaluan Chal yg panjang dan besar itu telah siap-siap mengarahkan ke belahan kemaluan Raisa yg telah menantikan dengan mata terpejam dan mulut yg terbuka dengan desahan, Jangan Chal.. desah Raisa.

“Takuut..” erang Raisa.
“Tdk apa-apa.. sakitnya hanya sebentar”, desah Chal sambil mengambil posisi sementara tangannya terus merayap di sekujur tubuh Raisa.
“Tapi aku takut tdk muaat.. nanti kemaluanku robeek..” kata Raisa sambil ketakutan melihat batang kemaluan Chal yg benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan kemaluannya.
“Kamu harus mencobanya Raisai..” pelan-pelan saja.. desah Chal sambil mulai mengarahkan batang kemaluannya ke lubang kemaluan Raisa yg telah terbuka sedikit akibat jari-jari Chal yg terus membelai belahan kemaluan Raisa.

Rupanya Raisa benar-benar takut dan membuatku juga ketakutan. Wah, bahaya nih kalau sampai ada apa-apa aku juga yg ketimpa pulungnya, kami berdua juga nanti menanggung resikonya. Mobil segera kupinggirkan di sisi jalan yg agak gelap dan kuhentikan secara perlahan. Setelah kurasa aman di sekitar jalan aku segera membalikkan tubuhku ke belakang untuk melihat lebih jelas lagi.

“Kamu jangan takut, saya tempelkan saja dahulu batang kemaluan ini sampai kamu nanti mau..” kata Chal merayu sambil lidahnya menjilati sekitar kuping Raisa.

Raisa yg keenakan lalu membiarkan Chal melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggang Chal dengan kedua kakinya, Raisa melihat batang kemaluan Chal yg besar itu ditempelkan tepat di belahan kemaluan Raisa yg telah basah hanya setengah ke bawah menempel tepat di lubang kemaluan Raisa sedangkan setengah lagi berada di atas belahan Raisa, Raisa merasa dengan posisi yg aman menerima kuluman Chal dan merasakan batang kemaluan besar milik Chal mulai secara perlahan menggeser di belahan kemaluannya.


“Oohh.. Chal.. enaakk.. emmhh..” erang Raisa.
“Uuuff..” desah Chal keenakan.
“Yaa enakk Raisa..” kata Chal.
“Teruss digeseek dan ditekan Chal..” pinta Raisa.
“Ya sayang..” kata Chal mulai mempercepat gesekan di belahan kemaluan Raisa.

Dengan cara naik turun posisi badan Chal terlihat seperti ingin naik dan tdk.

“Tekan teruuss Chal..” erang Raisa yg makin lama semakin keenakan.
“Enaakk.. oohh.. puasin aku Chal.. ahkk..” desah Raisa dengan suara yg telah parau.

Posisi kaki Raisa telah mengangkang dengan lebar membuat Chal lebih leluasa menggerakkan badannya kadang naik-turun dan kadang mendorongkan batang kemaluannya ke depan sehingga lebih menekan belahan kemaluan Raisa. Kulihat kemaluan Raisa telah terbelah bibir kemaluannya karena tekanan batang kemaluan Chal yg terus bergerak menekan belahan bibir kemaluan Raisa, sementara terlihat batang kemaluan Chal mulai mengambil posisi setengah ke atas, batangnya yg menggeser belahan bibir kemaluan Raisa dengan sedikit tekanan yg terus menerus. Kepala batang kemaluan Chal mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong klitoris Raisa yg telah terbuka.

“Aahh.. aduuhh.. ennaakk.. sshh”, desah Raisa sementara tangan Raisa telah berada di belakang punggung Chal dan sambil menekan pantat Chal, Raisa membetulkan arah gerakan batang kemaluan Chal yg terus berusaha mendobrak klitoris Raisa.
“Emh.. uff..” erang Chal menahan sesuatu.

Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan Raisa tapi kerena Raisa tdk mengatakannya dia berusaha menahan keinRaisannya yg telah di kepalanya.

“Chal.. Chal.. eeng..” Raisa bergumam, aku tahu kalau Raisa telah siap dimasuki oleh batang kemaluan besar itu.

Terlihat tangan Raisa gerakannya sekarang mendorong dan menarik pantat Chal sedangkan posisi kepala batang kemaluan Chal telah terbenam melewati klitoris Raisa. Terlihat batang kemaluan itu mulai bergerak mengikuti arahan Raisa mencoba untuk terus menerobos liang kemaluan Raisa yg terasa sempit sekali untuk ukuran batang kemaluan sebesar Chal. Kepala Raisa sudah menengadah ke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutnya terbuka mengerang,

“Ahhkk.. sakiitt.. ahh..” Chal menahan aksinya dengan mulai menarik kepala batang kemaluannya yg telah terbenam di dalam kemaluan Raisa.

Dia melihat Raisa dan ada perasaan sedikit takut dan ragu untuk meneruskan aksinya.

“Raisaii.. Raisaiii.. akhh”, desah Chal meminta kepastian kesiapan Raisa apakah seluruh batang kemaluannya dapat menerobos masuk ke dalam kemaluan Raisa.

Tapi Raisa sudah tdk dapat berkata-kata karena mulutnya hanya dapat menganga terbuka.

“Ekhh.. akkhh.. oohkk”, dengan keraguan Chal terus melanjutkan aksinya dengan posisi sama seperti sebelumnya.

Terlihat batang kemaluan Chal terus berusaha menekan lubang kemaluan Raisa dengan kepala batang kemaluannya yg besar itu, tapi dia menarik kembali ketika Raisa mulai seperti orang tercekik dan mulutnya yg mengerang kesakitan.

“Uuff.. uff.. uuff..” desah Chal sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat dan terlihat begitu liar gerakan keduanya.

Kepala batang kemaluan Chal terus menekan klitoris Raisa berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir kemaluan.

“Akhh.. akhh.. akhh.. engg.. engg.. aakhh.. eengg..” Raisa mencengkeram pantat Chal kuat-kuat dan akibat sundulan kepala batang kemaluan,
“Oohh.. akuu.. keluaarr.. Chal.. uuff.. aahh.. enaak..” erang Raisa kelonjotan dan bergetar seluruh badan Raisa di dalam pelukan Chal.

Chal merasakan siraman air hangat dari dalam lubang kemaluan Raisa yg terus mengalir membasahi batang dan kepala batang kemaluannya, membuat batang kemaluan itu menjadi mengkilap dan basah.

“Kamuu.. keluar Raisaiii.. sayaa.. jugaa mauu.. uuff.. uuff.. aahh.. aahh..” desah Chal dengan nafas berirama, nafasnya terdengar keras.
“Eeennakk.. oohh akuu.. puaass”, Raisa terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala batang kemaluan Chal di dalam kemaluan dan gesekan batang kemaluan Chal di bibir dan dinding luar kemaluannya.

Ternyata hanya sebatas leher kepala batang kemaluan Chal yg dapat terbenam di dalam lubang kemaluan Raisa dan terasa terus menggesek dinding kemaluan Raisa terus menerus.

“Teruss.. Chal.. tekan teruuss.. oohh.. oohh.. benar enak.. ahh..” Raisa tersenyum puas melihat Chal masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding kemaluannya.

Chal melihat Raisa tersenyum dan ikut tersenyum puas.

“Kamu puass.. Raisaii.. enak.. kan.”. senyum Chal sambil menjilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.
“Biar kamuu.. puaas Raisaii..” kata Chal sambil terus menghujamkan sepertiga batang kemaluannya ke dalam liang kemaluan Raisa.

Terdengar bunyi, Sleepp.. ahhkk.. sleepp.. brreet.. rupanya kemaluan Raisa terus semakin basah dan semakin licin untuk batang kemaluan Chal yg terjepit di lubang kemaluan Raisa.

“Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. Raisai.. untuk masuk..” Chal penasaran sekali dengan kemaluan Raisa yg terlalu sempit.

Gila memang, batang kemaluan Chal yg besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di lubang kemaluan Raisa, posisi Raisa sudah ditindih oleh badan Chal. Kulihat mereka berdua telah telanjang bulat saling merapatkan dan menggesekkan badannya. Sementara kulihat juga pantat Chal melakukan irama naik turun dan kadang diselingi gerakan mendorong dan menarik.

Benar-benar membuat penasaran karena gerakan Chal, aku merubah posisi duduk ke belakang mereka, tanpa mereka sadari aku melihat dengan jelas batang kemaluan Chal yg besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam kemaluan Raisa, sementara gerakan mereka makin lama semakin lincah karena kemaluan Raisa terus mengeluarkan cairan yg membuat batang kemaluan Chal terus dapat menerobos dinding kemaluan Raisa.


“Aakkhh.. uuff.. eennak.. aahh.. teruuss.. tekan.. sayg.. aahh.. ngg.. aku mau batang kemaluan gedee.. ahh enaak ngentot..” Raisa kelojotan dihujami batang kemaluan bule walaupun belum semua batang kemaluan Chal masuk menembus kemaluan Raisa.

Tangan Raisa terus memberikan remasan di pantat Chal dan kadang menekan pantat itu ke bawah.

“Kamuu kuat.. Raisai.. kemaluan kamu masih sempit.. sayg.. oohh.. nikmatnya.. kemaluan.. kamuu.. enak.. adduuhh batang kemaluan sayaa.. dijepit aah enak.. haa.. haa.. mhh.. ennak..” Chal tersenyum melihat Raisa merem-melek keenakan.

Sleep.. poof.. sleep.. poof.. breett.. aahh.. sleep.. breet.. breet.. gerakan pantatnya menekan dua kali dan memutar dua kali pada saat posisinya menekan, terlihat pantatnya kempes memberikan tekanan agar batang kemaluannya lebih masuk lagi ke dalam kemaluan Raisa setelah 2 sampai 3 kali menekan batang kemaluannya ke dalam pada saat menekan terakhir, pantat Chal memutar ke kiri dua dan ke kanan dua kali.

Gila, Raisa sudah tdk sempat lagi bergerak, posisinya hanya mengangkangkan kakinya lebar-lebar terlihat jari-jari kakinya menegang dan tangannya hanya dapat memegang punggung Chal dan sekali menjambak rambut Chal kadang-kadang seperti orang kehilangan pegangan menggapai-gapai mencari pegangan.

Sementara nafasnya terdengar tdk beraturan yg ada hanya lenguhan dan lenguhan disertai erangan panjang.

Dengan gerakan itu Chal telah melakukan gerakan menghujamkan kemaluan Raisa yg tadinya hanya menggesek-gesek bibir kemaluan Raisa, sekarang batang kemaluannya telah masuk menembus dinding kemaluan Raisa yg sempit dan basah. Terlihat bibir kemaluan Raisa tertarik keluar dan terdorong masuk mengikuti gerakan batang kemaluan Chal, tiga puluh menit mereka berdua saling menerima dan memberikan kepuasan. Terlihat keringat telah membasahi badan mereka berdua.

“Kamuu berbalik Raisa..” desah Chal, lalu Chal menarik batang kemaluannya, terdengar bunyi Plooff.. dan Raisa mengambil posisi menunggingkan pantatnya (gaya anjing) dengan satu kaki di atas jok dan satu kaki di karpet mobil sementara tangannya memegang sandaran jok belakang ini, posisi yg disukai bule dan tentunya kami juga.

Melihat bibir kemaluan Raisa dengan jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggiran kemaluan Raisa yg telah banyak mengeluarkan air kewanitaannya.

Sementara klitorisnya terus bergerak mencari sesuatu untuk digesekkan, Chal mengambil posisi tepat di belakang pantat Raisa setelah lima kali meremas bongkahan daging pantat Raisa dengan remasan penuh nafsu. Sekali menguakkan kemaluan Raisa dengan jarinya terlihat daging dalam kemaluan Raisa yg berwarna merah karena terlalu lama digesekkan batang kemaluan Chal. Dengan sedikit demi sedikit Chal mulai menempelkan kepala batang kemaluannya dibelahan kemaluan Raisa dan terus menggesekkan kepala batang kemaluan tersebut ke atas dan ke bawah belahan kemaluan Raisa.

“Aahh.. ennaak.. Chal..” desah Raisa terpejam.
Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Ngentot, Sex Nyata “Cerita Sex Si Raisa Keenakan Ngentot”, Foto Sex tante,abg,bispak,stw,pelajar hot Terbaru 2016

Cerita Sex Si Raisa Keenakan Ngentot
“Nikmatnya batang kemaluan kamuu.. enak.. Chal..” setelah delapan gesekan naik turun Raisa mendesah.
“Masukin Chal.. aku mau ngentot.. yg enak.. aahhk”, dengan sedikit hentakan kepala batang kemaluan Chal mulai menerobos dinding kemaluan Raisa.

Perlahan melakukan gerakan maju mundur dan makin lama semakin terasa gerakan pantat Chal. Terlihat mulai membuat batang kemaluan Chal sebagian tenggelam di dalam kemaluan Raisa.

“Ahhk.. aakhh.. uuff.. ahkk.. enaak.. aahh.. oohhkk.. yaa.. teruus.. akhh.. haak! haak! hak!” Chal terlihat mengeram dengan nafas yg memburu begitu juga Raisa.
“Ookk.. yak.. yak..” Chal mulai dengan gerakan sepenuhnya tangannya memegang pinggul Raisa untuk menahan gerakan akibat dorongan batang kemaluan Chal yg menghujam semakin dalam ke dalam kemaluan Raisa.
“Hee.. aakhh.. okh.”. nafas Chal memburu dengan cepat sementara gerakan batang kemaluannya di dalam kemaluan Raisa terus keluar masuk dan kadang berputar seperti mengebor kemaluan Raisa.
“Akhh.. aakhh.. eennak.. giila.. gila.. aakhh.. aduh.. duh.. gila.. mentok.. ahh.. batangnya mentook.. aahk ennak mmffhh.. terus.. yaa terus..” erang Raisa.

Sementara kepalanya terdorong dan berputar menambah makin seksi dilihat oleh Chal.

“Raisaiii.. enak.. aahk.. akhh.. gilaa.. masuk.. semuaa.. Raisai.. enaak.. mmffhh aakhh puas, gilaa.. kamu.. kuat aakh..” Chal terus menghujamkan batang kemaluannya dalam-dalam ke lubang kemaluan Raisa.

Sementara Raisa hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala batang kemaluan Chal mentok di dinding rahimnya.

“Aku keluarr lagi.. Chal.. aahk ah.. ahk enak..” erang Raisa terpejam.

Telah 20 menit Chal memainkan batang kemaluannya di dalam kemaluan Raisa, keringatnya telah menetes ke punggung Raisa. Sementara punggung Raisa telah terdapat lima bekas gigitan Chal, tiga di pundak Raisa dua di leher belakang Raisa. Sungguh buas si Chal ini kalau sedang bersetubuh, kadang-kadang tangannya meremas buah dada Raisa dan meremas serta menarik ke bawah sehingga memberikan dorongan lebih menekan batang kemaluan Chal. Raisa benar-benar sudah lemas dan tdk bertenaga lagi. Kepalanya sudah rebah ke jok mobil, sementara tangannya terkulai lemas, terlihat rambutnya telah basah semua dan badannya telah bermandikan keringat.

“Aahk Chal, aku.. lemes.. gila.. keluarin Chal..” pinta Raisa memelas.
“Yaa.. akh yak.. duh.. yaa.. Raisai.. aku keluarin.. huu.. huuf.. aakh.. enaak kemaluan kamu.. akh aku mau keluarr.. aakh akh gila! Enaak.. ahh.. aku mamu keluaar.. aahh.. hak.. haakk.. uuff.. oohk.. kamu hebat Raisa..” Chal melakukan gerakan sangat cepat menghentakkan batang kemaluannya sampai berbunyi, Cepaak.. cepakk.. beradu pantat Raisa dengan paha Raisa dan bunyi peraduan kemaluan dan batang kemaluan.

Breet.. bret.. plooff.. broot.. ploof.. brot.. broot.. poof.. broot.. ahk.. ya.. Raisa yg mengetahui Chal mulai menghentakkan batang kemaluannya dalam-dalam melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat batang kemaluan Chal dengan lubang kemaluannya.

“Akuu juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Chal.. gila.. aahh.. ahh.. keluaar.. haa.. enak..” Chal tersenyum puas sambil tangannya meremas payudara Raisa dan mulutnya mencium bibir Raisa yg telah terkulai lemas di jok mobilku.

Keadaan menjadi hening lebih kurang lima menit, Chal tetap dalam posisi memeluk Raisa dari belakang kudengar mereka berbisik dan berbicara perlahan sementara batang kemaluan Chal walaupun sudah mengeluarkan maninya di dalam kemaluan Raisa terlihat masih berada di dalam kemaluan Raisa, belum menyusut mengecil dan terlepas. Setelah saling membersihkan keringat dengan tissue, kami pulang dengan perasaan masing-masing puas telah saling memberikan kepuasan kepada pasangannya.




Line : klikbandar88
Wechat : klikbandar88
Whatsapp : +85598852919

DOWNLOAD & INSTALL LIVECHAT KlikBandar88 Sekarang Ada Tersedia Aplikasinya ya bossku ^.^

Android LIVECHAT
IOS LIVECHAT

0 Response to "Masukin69 - SI RAISA KEENAKAN NGENTOT"

Posting Komentar